Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Wednesday, April 6, 2016

Ahmad Dhani Dulu Dan Sekarang

 Bendera Dewa 19 pernah berkibar sangat tinggi pada masa masanya yaitu sekitar tahun 90an sampai awal 2000an. Lagu-lagunya begitu menyihir penikmat musik Indonesia umumnya dan Bala Dewa (sebutan buat fans Dewa 19) pada khususnya, berkat kekuatan lirik dan aransemen musik yang cantik. Sebut saja lagu Dua sejoli, Mistikus Cinta, Roman Picisan, atau Cukup Siti Nurbaya adalah lagu-lagu bertemakan cinta yang selain enak didengar juga sarat makna. Sangat jauh berbeda dengan lagu-lagu dengan tema yang sama di jaman sekarang.

Berkas:Dhani Dewa 2005 1.JPG
Semua itu tidak lepas dari peran tangan dingin seorang Ahmad Dhani yang merupakan Leader sekaligus pencipta lagu utama di Dewa 19. 

Ahmad Dhani adalah sosok musisi jenius menurut saya. Terlepas dari anggapan banyak orang -terutama yang tidak suka kepadanya- mengenai sosoknya yang dianggap arogan, Ahmad Dhani tetaplah punya andil besar di belantika musik tanah air. Yang membuat musik Indonesia kembali dinikmati penikmat musik tanah air setelah lama mati suri. Bahkan gaungnya sampai juga sangat menggema di negara tetangga, Malaysia. Lagu-lagu Indonesia salah satunya lagu-lagu Dewa 19 adalah lagu yang paling sering didengar di sana, sampai-sampi pemerintah Malaysia membatasi pemutaran lagu-lagu Indonesia di radio-radio Malaysia.

Ahmad Dhani adalah sang pencipta yang telah melahirkan karya-karya monumental lewat lagu-lagu berkualitasnya di tahun 90an. Ya di tahun 90an!
Boleh dibilang lagu-lagu ciptaannya pada masa itu adalah jaminan mutu dari sebuah lagu berkualitas. Entah itu dari liriknya yang gak murahan atau dari aransemennya yang ciamik.

Lalu bagaimana dengan sekarang?

Ahmad Dhani tetaplah Ahmad Dhani yang jenius -sang pencipta yang bertangan dingin. Bahkan sekarang dia tak hanya mencipta lagu. Namun, juga mengorbitkan bayak sekali penyanyi-penyanyi baru. Sebutlah Mulan Jameela, Maha Dewi, The Virgin adalah artis-artis karbitan (baca: orbitan) Ahmad Dhani lewat Republik Cinta Managemen besutannya.

Namun sayang beribu sayang karena kualitas yang dulu selalu dia agungkan sekarang mungkin sudah tidak dipentingkannya lagi. Ahmad Dhani dan artis-artis "garapannya" tidak ubahnya seperti penyanyi lain yang mainstream dan minim kualitas bahkan mendekati tidak berkualitas.
Setelah Dewa 19 dibubarkanya, tak ada lagi karya-karya berkualitas yang lahir dari kreatifitas Sang Ahmad Dhani. Tak ada lagi lagu seperti Kuldesak, Kirana, atau Sayap-Sayap Patah.
Mungkinkah sumur kreatifitas untuk menciptakan lagu berkualitas di kepala Ahmad Dhani sudah kering? Atau dia sudah tak mementingkan lagi kualitas? Yang penting uang?

Entahlah!

Hanya Ahmad Dhani dan Tuhan saja yang tahu jawabannya. Hanya saja harapan saya dan mungkin harapan jutaan penikmat musik berkualitas tanah air, semoga akan lahir The Next - Ahmad Dhani dalam waktu dekat ini. Semoga.

Salam!

Friday, September 11, 2015

Secangkir kopi dari Bung Karno


4478810804 1d2533a67b
Selamat malam pemirsa, suatu ketika saya pernah membaca buku biografi Bung Karno yang ditulis oleh Cindy Adam. Saya memang pengagum berat pria tampan kharismatik itu. Banyak yang beliau ceritakan dalam otobiografinya itu, hanya saja tidak akan saya uraikan satu persatu di sini sekarang, mungkin lain kali ya. "Kita akan tahu apa yang benar-benar kita inginkan saat kita sedang sepi," begitu kurang lebih kata beliau di buku biografinya tesebut.

Saya terpana, amat terpana akan kata-katanya itu. Saat kita, bahkan mungkin sebagian besar manusia di dunia ini begitu membenci sepi, kita bisa bisa benar-benar terpukul saat kesepian datang, Bung Karno malah sebaliknya.



Seperti yang kita tahu, Bung Karno memang sudah akrab keluar masuk penjara pada zaman kolonial Belanda. Beliau kerap dilanda sepi dalam kungkungan dinginnya tembok penjara yang tidak lebih luas dari kamar mandi kita! Lantas apakah Bung Karno menyerah dan menghentikan perjuangannya setelah merasakan sepi dan dinginnya dinding penjara? Apakah Bung Karno lebih memilih memohon ampun pada Belanda agar segera bisa dibebaskan? Tidak! sama sekali beliau tidak menyerah! Bahkan beliau mulai bersahabat dengan sepi.

Dengan tidak banyaknya aktifitas Bung Karno selama dalam masa tahanan, justru saat-saat beliau gunakan untuk menyusun strategi melawan Belanda Selanjutnya. Bahkan Pledoi yang sempat menggugah dunia internasional kala itu -Indonesia menggugat- lahir di balik dingin dan sempitnya dinding penjara Suka miskin.

Karena kesepian itulah beliau tidak bisa berbuat banyak selain berpikir dan terus berpikir. Di dalam penjara yang sepi itulah Bung Karno "semedi" dan memikirkan ide-ide kemerdekaan. Semangatnya perlawanannya kepada pemerintahan kolonial semakin menggelora. Tak pernah padam!

Satu hal yang bisa kita petik pelajarannya sebagai anak muda penerus perjuangan beliau, kita sekarang hidup di jaman yang jauh lebih enak dari jamannya beliau, kita tidak perlu merasakan dinginnya dinding penjara, kita tidak perlu menghadapi serdadu-serdadu beland bersenjata lengkap. Kita hanya perlu mengisi kemerdekaan ini untuk mekajuan bangsa kita tercinta.

Kalau bukan kita, siapa lagi?